Meruangkan Solidaritas


KOMUNITAS SAMADHYA
Hidup harian di bawah sistem kapitalisme terasa semakin sulit. Terasa ada kekuatan besar yang memaksa kita untuk mengamini bahwa hidup yang berkualitas mesti digapai dengan usaha individual: mengupayakan tanah, rumah, sumur, makan, kenderaan, pendidikan, hiburan dan liburan secara sendiri-sendiri. Melalui mentalitas individualisti inilah mesin penghisapan demi akumulasi kapital berlangsung secara intensif dan tanpa henti, dan demikian juga proses-proses alienasi (keterasingan) dan dehumanisasi.

Di lain sisi, semakin kuat juga keyakinan bahwa berjuang secara individual bukanlah strategi terbaik dalam menghadapi sistem ini. Hidup yang berkualitas dan lebih manusiawi hanya mungkin dicapai melalui skema-skema kebersamaan, saling-menolong dan berbagi. Rancangan dan praktek hidup dalam skema-skema itu akan menjadi lebih murah karena dalam banyak hal kita saling-bagi satu sama lain. Kepedulian pada sesama (kebersamaan), dorongan untuk saling-menolong dan berbagi menjadi kebajikan-kebajikan (virtues) yang dikembangkan untuk menggantikan hasrat ‘ingin lebih’ dari orang lain.

Skema ini tentu tidak mudah. Sistem kapitalisme memuat hasutan kuat yang disiarkan terus-menerus dengan berbagai cara kepada kita: jika kamu secara individual berusaha dengan cukup keras, kamu akan mencapai hidup yang berkualitas. Solidaritas dalam ruang konkret hidup harian merupakan cara ampuh meloloskan diri dari hasutat kapitalisme itu.

Apa yang juga kami lakukan